Ada Orang Kuat, Alasan Novel Kerap Sebut Jokowi di Kasusnya

39

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut ada orang sangat kuat yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadapnya. Keterlibatan orang kuat itu jadi alasan Novel kerap mendorong Presiden Joko Widodo untuk bersikap dalam kasus yang kini telah disidangkan itu.

“Kalau kita lihat negara kita presidensial, artinya seluruh aparatur itu di bawah presiden. ketika melihat hal itu sangat relevan sebetulnya. Ditambah lagi ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya,” kata Novel menjawab soal penuntasan kasusnya dalam program Mata Najwa, Rabu (17/6) malam.

Dia tak menyebut gamblang orang kuat yang dimaksud. Namun Novel meyakini dengan keberadaan orang kuat itu, mustahil kasusnya terbongkar tanpa dukungan Presiden Jokowi.

“Oleh karena itu wajar saya meminta ke presiden,” ujar Novel.

Sidang kasus Novel masih berjalan di pengadilan. Jaksa menuntut dua terdakwa pelaku penyiraman air keras, readyviewed Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan tuntutan satu tahun penjara. Keduanya yang masih berstatus anggota polisi aktif juga sudah menyampaikan pleidoi.

Di sisi lain Novel tak yakin persidangannya berjalan fair. Menurut pengamatannya, ada banyak kejanggalan. Dia bahkan meyakini kedua terdakwa yang disidang bukan pelaku penyiraman yang sebenarnya.

Atas dasar itu, Novel kembali menyampaikan bahwa dirinya telah pasrah atas pengungkapan kasusnya. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa kasusnya tidak berdiri sendiri.

Novel menyebut bahwa rekan-rekannya di KPK juga mendapat serangan.

“Lebih dari 10 kasus, tidak ada satupun yang diungkap bahkan fakta-fakta sedemikian jelasnya,” katanya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close