Gawat! Cadangan Emas RI Menciut Termasuk Antam, Tanda Apa?

57

Bos induk perusahaan holding tambang BUMN memperkirakan cadangan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus menurun, menyusul belum adanya tambahan eksplorasi baru yang signifikan. Belum bisakah PT Freeport Indonesia dilibatkan mengatasi persoalan ini?

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengungkapkan Holding Industri Pertambangan BUMN memiliki target laba sebesar Rp 2,1 triliun di 2020, yang salah satu penyumbangnya adalah Antam, dari produk unggulan emas.

Namun ada tantangan yang harus diwaspadai, yaitu soal cadangan.

“Antam untuk emas dalam dua-tiga tahun ini akan semakin berkurang reserve-nya,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Komisi VII DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Orias tidak menyebutkan besaran penurunan cadangan emas. Namun, dia mengingatkan perlunya eksplorasi serius antara Antam dengan perusahaan lainnya untuk mendongkrak  cadangan emas tersebut.

Mengutip data CEIC, cadangan tambang emas nasional memang cenderung menurun dalam 10 tahun terakhir, yakni dari posisi 3.000 metrik ton pada tahun 2010, menjadi 2.600 metrik ton pada tahun lalu. Artinya, terjadi penurunan sebesar 13%.

Penurunan terutama terjadi dalam tiga tahun terakhir, sejak tahun 2017. Dengan berkurang sebesar 500 metrik ton pada tahun tersebut menyusul kenaikan permintaan emas di tengah tingginya harga logam mulia tersebut.

Pada tahun 2017, Antam mencatatkan penjualan emas sebesar Rp 7,4 triliun, atau meroket 33%. Emas menyumbang 59% dari total penjualan perseroan pada tahun tersebut senilai Rp 12,6 triliun.

Mengacu pada laporan tahunan perseroan per 31 Desember 2017, volume penjualan emas Antam saat itu menjadi 13.202 kilogram, naik dari volume penjualan setahun sebelumnya sebesar 10.227 kilogram.

Laman: 1 2 3

You might also like
close