Investasi US$ 20 miliar di Masela lenyap? Ini jalan terjal proyek kebanggaan Jokowi

71

JAKARTA. Investasi Blok Masela penuh jalan terjal. Proyek yang sudah lebih dari 20 tahun mangkrak akhirnya bisa jalan di masa akhir kepemimpinan Menteri ESDM Ignasius Jonan saat itu.

Namun, kini kabar terbaru Royal Dutch Shell Plc (Shell) mundur dari Proyek Gas Abadi Blok Masela.Asal tahu saja, Shell memiliki hak partisipasi di Blok Masela sebesar 35% dan 65% oleh Inpex Corporation.

Selain itu, Pemerintahan Daerah juga dipastikan bakal menerima jatah 10% hak partisipasi.

Kabar mundurnya Shell dari proyek strategis nasional itu diungkapkan Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno. “Iya betul (mundur). Inpex sedang mencari penggantinya,” kata dia ke KONTAN.co.id, Minggu (5/7).

Ia melanjutkan, saat ini baik Inpex Corporation dan Shell tengah melanjutkan pembahasan untuk opsi pengambilan hak partisipasi sepenuhnya oleh Inpex.

Selain itu, muncul pula opsi pencarian mitra baru oleh Inpex.Proyek dengan investasi US$ 20 miliar ini memang penuh tantangan.

Terlebih saat Presiden Joko Widodo menginginkan proyek ini dibangun di darat, sebelumnya Inpex dan Shell sudah merancang proyek ini memakai Floating LNG/FLNG (offshore).

Begini perjalanan proyek yang lebih dari 20 tahun belum juga berjalan:

1. Inpex mendandatangani kontrak Masela PSC pada 16 November 1998 dan memiliki 100% saham di blok gas tersebut.

Laman: 1 2 3

You might also like
close