Lagi! Aksi Prajurit TNI di Kongo Bikin Puluhan Milisi Bersenjata Bertekuk Lutut

79

JAKARTA – Aksi heroik prajurit TNI yang menjadi pasukan perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo kembali membuat decak kagum dunia. Pasalnya, pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda XXXIX-B RDB Monusco berhasil menangkap 32 orang milisi dari kelompok Aigle Alleluya pimpinan Kalinde Takataka Rodantien. Para milisi ini pun kembali ke masyarakat.

Prajurit TNI juga berhasil mengamankan alat perang berupa 20 pucuk AK-47 beserta magasin, 8 busur dan 15 buah anak panah.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi prajurit Kontingen Garuda (Konga) yang bertugas di Republik Demokratik Kongo.

Menurut Mahfud, perisiwa ini sangat istimewa, karena dari milisi yang menyerahkan diri, salah satunya merupakan kombatan FDLR Rwanda yang termasuk tokoh paling dicari oleh aparat Republik Demokratik Kongo.

Perolehan ini merupakan hasil kerja keras dari TNI dalam melaksanakan tugas sesuai dengan mandat PBB yaitu Protection of Civilian (POC).

“Saya sangat mengapresiasi, dimanapun ditempatkan di belahan bumi, putera-puteri bangsa terus mengukir prestasi, kali ini dalam misi pasukan perdamaian PBB. Keberhasilan ini tentunya tidak mudah, penuh dengan ketekunan daya juang, apa lagi menghadapi iklim yang tidak familiar, jauh di Afrika sana,” kata Mahfud dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Menurut Mahfud, kabar keberhasilan prajurit TNI di negara Kongo sana bukanlah prestasi yang biasa-biasa saja. Dia juga mengingatkan agar mereka para prajurit tidak bosan mengirimkan kabar baik ke Indonesia.

“Ini bukan prestasi main-main, karena membuat harum nama TNI dan Indonesia. Pesan saya untuk Kontingen Garuda, teruslah membuat bangga nama Indonesia dimanapun ditempatkan. Indonesia butuh kabar baik, kabar prestasi dan kabar pencapaian,” tutupnya.

Proses penyerahan 32 milisi tersebut dipimpin Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Hadrianus Yossy mewakili Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja pada Jumat (15/8) di hutan Desa Lukengwe Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.

Laman: 1 2

You might also like
close