Menjawab Keraguan, Apakah Corona Benar-benar Ada?

12

Jakarta – Benarkah virus Corona COVID-19 begitu berbahaya dan mematikan? Pertanyaan semacam ini belakangan makin banyak bermunculan, kadang disertai tudingan bahwa pemberitaan selama ini hanya dilebih-lebihkan.

“Bahkan ada yang bertanya ‘apakah COVID-19 benar-benar ada?'” kata anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro, dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (16/6/2020).

Respons dr Reisa terkait keraguan tersebut menjadi salah satu yang terpopuler dalam sepekan. Ia menegaskan, ancaman virus Corona benar-benar nyata meski tidak begitu saja bisa dilihat kasat mata.

“Saya perlu sampaikan virus ini benar-benar ada saudara-saudari. Ilmuwan-ilmuwan kita dari Lembaga Biologi Molekuler LBM Eijkman telah memetakan beberapa whole genome sequence atau WGS alias rinci identitas virus dari pasien yang ada di Indonesia,” terang dr Reisa.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menepis anggapan bahwa virus Corona tidak berbahaya. Anggapan bahwa tidak ada yang meninggal karena virus Corona adalah menyesatkan.

“Harus diluruskan. Fakta-fakta kasus kematian pasien COVID-19 itu ada,” tegasnya dr Agus saat dihubungi detikcom baru-baru ini.

sumber : detik.com

You might also like
close