Pecah Rekor, Utang Baru Pemerintah Capai Rp 421 T di Semester I 2020

28

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pengeluaran keuangan pemerintah selama semester I 2020 mencapai Rp 421,5 triliun. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat lipat dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 181,2 triliun.

Berdasarkan laporan semester I APBN 2020, pinjaman baru tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 430,4 triliun (neto) dan pinjaman minus Rp 8,9 triliun (neto).

Tingginya anggaran belanja hingga akhir Juni 2020 ini diperlukan dengan langkah luar biasa pemerintah dan pelebaran defisit anggaran menjadi 6,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akibat pandemi virus corona.

“Pelebaran defisit merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical di mana kompilasi defisit ekonomi, pemerintah perlu langkah dalam memberikan stimulus untuk perbaikan ekonomi,” tulis bahan laporan semester I APBN 2020 seperti dikutip kumparan, Jumat (10/7).

Selanjutnya, pelebaran defisit sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical. “Di mana kompilasi ekonomi menurun, pemerintah perlu langkah dalam memberikan stimulus demi perbaikan ekonomi,” tulisnya.

Pecah Rekor, Utang Baru Pemerintah Capai Rp 421 T di Semester I 2020 (1)
Petugas penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta. Foto: Antara / Puspa Perwitasari

Pembiayaan utang di semester I 2020 tersebut merupakan perolehan tertinggi. Sebagai pembanding PADA semester I 2016, Realisasi Pembiayaan Utang Hanya Rp 278,1 triliun. Di periode yang sama 2017 mencapai Rp 207,8 triliun dan di periode yang sama 2018 mencapai Rp 180,2 triliun. Sementara pada semester I 2019 pembiayaan hanya Rp 181,2 triliun. Bahkan jika dibandingkan penuh, pembiayaan sejak 2010-2015 hingga semester I 2020.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan pembiayaan akan tetap dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, menjanjikan pinjaman juga diharapkan dapat menjamin kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Realisasi pembiayaan utang tetap dilakukan hati-hati. Kami harap Indonesia dapat meminta kredibilitas sehingga membuat kepercayaan pasar baik,” kata Sri Mulyani dalam pertemuan bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/7).

Dari jumlah yang disepakati hingga 30 Juni 2020 sebesar Rp257,8 triliun atau 1,57 persen terhadap PDB. Realisasi tersebut lebih dalam dibandingkan Mei 2020 yang mencatatkan defisit Rp 179,6 triliun atau 1,1 persen dari PDB.

Laman: 1 2

You might also like
close