Ramah dan Pekerja Keras, Korban Benang Layangan Sudah 2 Tahun Kelola Bengkel di Mojosongo Solo

62

SOLO — Meninggalnya YBS, 21, pemuda asal Sumber, Banjarsari, Solo, yang menjadi korban benang layangan di Mojosongo, Jebres, Kamis (11/6/2020), meninggalkan duka tak hanya bagi keluarga tapi juga para tetangganya.

Hal itu dikarenakan YBS merupakan sosok yang ramah kepada warga di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, YBS juga dikenal pekerja keras.

Salah seorang tetangga korban, Sri Lestari, saat dijumpai wartawan, Jumat (12/6/2020), mengatakan YBS sejak dua tahun terakhir bekerja mengelola bengkel tak jauh dari lokasi kecelakaan tunggal itu.

Menurutnya, bengkel sepeda motor itu dikelola YBS dan seorang rekannya. “Sudah dua tahunan Mas YBS menyewa tempat di Mojosongo sebagai bengkel. YBS sendiri yang mengelola bengkel itu,” papar dia.

Menurutnya, korban benang layangan di Solo itu merupakan sosok pekerja keras yang ramah pada semua tetangga. Ia mengaku terkejut saat memperoleh informasi YBS mengalami kecelakaan pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB.

Sri yang merupakan istri ketua RT setempat itu menyebut ada seorang lelaki yang mengabarkan YBS kecelakaan di Mojosongo. “YBS sosok pribadi yang sangat ramah. Meskipun orangnya pendiam tapi sangat baik kepada semua warga,” papar dia.

Dikremasi

Sri mengatakan keluarga YBS juga sangat dermawan. Setiap warga kampung mengadakan acara, keluarga YBS selalu berpartisipasi.

Hal senada disampaikan Sumiyatun, tetangga lainnya, yang juga mengaku tak menyangka YBS menjadi korban dalam kecelakaan yang melibatkan benang layangan di Mojosongo, Solo. Ia mengaku mengenal YBS sebagai sosok yang baik, ramah, dan dermawan.

Ia menambahkan jenazah YBS hingga Jumat masih disemayamkan di rumah duka Thiong Ting, Jebres, Solo. Menurutnya, jenazah YBS akan dikremasi pada Minggu (14/6/2020) di Krematorium Delingan, Karanganyar, pukul 09.00 WIB.

Laman: 1 2

You might also like
close