Setiap Hari Ada Data Pasien Positif Covid-19 Tak Sinkron

21

Data kasus Covid-19 ternyata lebih banyak dari yang diumumkan ke publik secara harian. Sebab, hampir di setiap daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota harus menahan sebagian data yang perlu diklarifikasi sampai sesuai baik nama maupun alamat pasien itu terjangkit.

Rince Pangalila, M.Kes Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Surabaya mengatakan, data tidak sinkron ini hampir setiap hari ada. Sehingga sesuai kesepakatan dengan Provinsi Jatim harus disisihkan dulu untuk diklarifikasi bersama kabupaten/kota lainnya.

“Data yang dikembalikan ke Provinsi Jatim itu merupakan sisa data yang berhasil di-tracing dan valid ada di Surabaya, dalam konteks epidemiologi,” ujar Rince di Balai Kota Surabaya, Jumat (19/6/2020).

Rince menjelaskan, alur data rekap positif Covid-19 itu mulai dari Laboratorium, turun ke Balitbangkes Kemenkes hingga turun ke Dinkes Provinsi, lalu disebarkan ke Dinkes Kabupaten/Kota.

Setelah itu Dinkes Kabupaten/Kota melakukan tracing dan klarifikasi memastikan domisili pasien tersebut. Angka yang berhasil dipastikan dimasukkan ke kabupaten/kota, selebihnya yang belum jelas dikembalikan ke Provinsi.

Rince menjelaskan, data yang turun dari Provinsi ini sudah hampir pasti menyisakan data yang belum final. Karena data yang keluar itu ada yang tidak sesuai dengan KTP maupun domisili yang diterangkan oleh pasien sebelum periksa di sejumlah Laboratorium.

Dia mencontohkan, data 188 positif dari Provinsi setelah dilacak ketemu 88, berarti masih ada 100 yang harus ditandon atau ditahan dikembalikan ke Provinsi.

“Setelah dilacak oleh petugas puskesmas tidak semua terkonfirmasi alamatnya. Bahkan, ada yang hanya menyertakan alamat Kecamatan tertentu saja,” katanya.

Pada kasus warga luar daerah Surabaya juga demikian. Kadang ada warga KTP luar Surabaya tapi menulis alamat domisili di Surabaya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close