Tip Cegah Kantong Bolong Karena Tagihan Pulsa dan Listrik WFH

13

Pandemi virus corona membuat seluruh masyarakat harus ‘mengunci’ diri di rumah. Aktivitas pun dibatasi dan semua dilakukan di rumah. Dari bekerja hingga belajar.

Generasi milenial yang sebagian besar menghabiskan waktu di luar untuk bersosialisasi mulai ‘garuk kepala’. Pembatasan sosial membuat generasi ini harus menyesuaikan diri.

Tak hanya kebiasaan, mereka pun harus menyesuaikan ‘isi kantong’ agar tak bolong usai pembatasan sosial. Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan menyebut para millennial bisa saja terbebani dengan pengeluaran yang tak terduga, seperti membengkaknya biaya pulsa dan tagihan listrik anak kosan.

Maklum, para pekerja kini dituntut untuk selalu sigap di depan laptop mengikuti kegiatan kantor lewat video conference.
Lusi bilang, tuntutan bekerja dari rumah pun mengharuskan para pekerja untuk pintar-pintar menyisihkan pendapatan untuk menambal pengeluaran tak terduga jika tak mau tekor.

Namun, Lusy menegaskan tidak perlu panik. Pasalnya, prinsip dalam mengatur keuangan saat bekerja dari rumah sebetulnya tak rumit. Apalagi, untuk mereka yang sudah memulai WFH lebih dari sebulan.

“Kalau sudah jalan sebulan WFH-nya, seharusnya sudah kelihatan pattern (pola) pengeluaran dan belanja selama berada di rumah,” katanya pada Jumat (17/4).

Menurutnya, dengan pola yang sudah diketahui dari bulan sebelumnya, pos pengeluaran lain yang ‘menganggur’ dapat dimanfaatkan. Misalnya, ongkos transportasi yang kini tak lagi terpakai dapat disubsidi silang untuk kebutuhan pulsa yang membengkak.

Sementara, bagi mereka yang baru memulai bekerja dari rumah dan belum mengetahui pola pengeluaran baru disarankan untuk melakukan audit mandiri. Catatlah seluruh pengeluaran dan pisahkan antara pengeluaran yang tak dapat dihemat seperti uang makan dan uang sewa kos untuk yang tinggal sendiri.

Sisanya, biaya rutin seperti biaya salon, hiburan, dan membership yang tak terpakai dapat disetop untuk sementara waktu. Trik lain yang dapat dipraktekkan, kata Lusy, adalah dengan rajin mencari tahu promo dari operator masing-masing yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, laju pulsa dapat ditekan.

Laman: 1 2 3

You might also like
close